Produksi mobil Esemka, menurut pandangan saya adalah salah satu upaya peningkatan branding Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. Mau tak mau, pada akhirnya kita akan mulai mencurahkan banyak perhatian untuk sekolah ini, terutama bagi siswa-siswa yang akan lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hal ini juga merupakan suatu terobosan konkret yang benar-benar mampu meningkatkan citra SMK. Solusi cerdas memang menghasilkan prospek yang gemilang. Ibarat sekali mendayung, dua pulau terlampaui, SMK mampu meningkatkan brandingnya dan juga mampu menunjukkan keunggulan produk anak bangsa.
Saya yakin sangat sedikit dari pembaca (berkaca dari diri probadi) yang mengetahui deretan mobil-mobil produk dalam negeri lain yang telih diproduksi jauh sebelum Esemka dikenalkan. Sebut saja mobil Marlip, Maleo, GEA, Tawon, Kancil, Wakaba dan lainnya. Mobil-mobil ini tidak mendapat perhatian yang lebih hingga akhirnya mandeg diproduksi. Beruntungnya bagi Kiat Esemka yang memiliki keunikan tersendiri sehingga mampu mencuri perhatian publik.
Long live to Esemka, semoga keberadaannya benar-benar menjadi titik kebangkitan produk dalam negeri, bukan sekadar hangat-hangat tahi ayam karena mengejar branding dan tenar semata. Keberhasilan Esemka, dapat dijadikan titik tolak kemajuan kemandirian ekonomi Indonesia, terutama jika ia berhasil menembus pasaran Asia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar