Halaman

Kamis, 23 Juni 2011

Fakta-fakta Tersembunyi tentang Kerajaan Majapahit

 

Mungkinkah Majapahit Sebuah Kerajaan Islam? Fakta-fakta Tersembunyi tentang Kerajaan Majapahit

Fakta-fakta baru tentang Kerajaan Majapahit ditemukan yaitu adanya unsur-unsur Islam dalam kerajaan itu. Spekulasi historis pun mengarah pada kemungkinan bahwa Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya itu adalah sebuah Kerajaan Islam. Tapi jelas, ini baru asumsi awal. Sangat diperlukan studi lanjutan yang serius untuk mengungkap kebenaran sejarah Nusantara. Selama ini, kita dicekoki bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan terbesar di Nusantara dengan pengaruhnya yang luas. Asumsi ini sudah dibantah oleh sebagian sejarawan. Kemudian muncul penemuan baru ini. Semoga ini sebuah jalan untuk meretas kebenaran sejarah Indonesia yang sangat diwarnai oleh bias-bias  kolonial. Selamat menyimak!! 
Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.
Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto ini. Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.
‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.
Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah (Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara.
Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah berkaitan dengan partai komunis ini yang dibuat dimasa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut.
Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.
Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah sebagai berikut:
1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.
2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.
3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini.
Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.
4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu.
Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo.
Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisanGajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’.
Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘LaIlaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.
5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu.
Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari TimurTengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranak pinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaanNusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.
Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa sejarahitu dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan.Wallahu A’lam Bishshawab. Hanya Tuhan Yang Maha MEngetahui


Sabtu, 04 Juni 2011

HIKAYAT RAJA LAPUK

HIKAYAT RAJA LAPUK

Di suatu kerajaan ada seorang raja yang sudah tua,umurnya sekitar 40 th. Orang-orang di kerajaan nya sering memanggil nya dengan sebutan raja lapuk.pada suatu ketika raja itu ingin mencari permaisuri , “apakah raja itu bisa mendapatkan seorang permaisuri untuk mendampingi hidupnya?????”

Patih :raja, apakah raja tidak berniat untuk mencari pendamping hidup?????
Raja :  iya, sebenarnya saya sudah lama ingin mencari pendamping hidup,apakah patih punya cara untuk mencari pendamping hidup untuk ku???????
Patih : gimana yach?????
(sambil bingung berfikir akhirnya pati menemukan ide yang cukup memuaskan raja)
aa ha,,,,bagaimana kalau kita mengadakan sayembara.
Raja : yeah,,,,itu ide yang cemerlang..........,,,,tapi bagai mana caranya
Patih : bagaimana kalau pagi2 sekali saya pergi ke kadipaten sebrang untuk mengadakan sayembara ,,,
(saat pagi tiba pati pun dengan senang hati pergi ke kadipaten sebrang sambil membawa surat pengumuman )
Patih : Sambil berjalan membawa surat pengumuman, Woro-woro……..
Bagi paklek-paklek, pkne, bune, dan seluruh perawan tir-tir di wilayah kerajaan Gemah Ripah Loh Jinawi Tentrem Kertoraharjo Tut Wuri Handayani. Jer Basuki mawa Bea. Ada pengumuman puenting………banget !
Warga : Ada apa, ada apa
Patih : Raja Bawela mengadakan sayembara untuk menjaring perawan-perawan thir-thir untuk dijadikan permaisuri. Adapun syarat-syaratnya sebagai berikut:
· Lulusan D2 PGSD, diutamakan perguruan tinggi Negeri
· IPK minimal 2,75
· Melampirkan surat pencari kerja dari depnaker terdekat yang sudah dilegalisir
· Melampirkan surat catatan kepolisian dari polres terdekat
· Melampirkan surat lamaran ditulis tangan dengan materai Rp 6000,-
· Pas photo 4 x 6 hitam putih dua lembar
Lamaran dialamatkan kepada Bupati setempat sampai 2 hari kedepan.
Ini merupakan syarat-syarat pendaftaran CPNS tahun 2006.
Warga : Lho kok pendaftaran CPNS, gimana toh patih ?
Semua Warga : Iya gimana yang bener
Patih : Oh iya….ya ?? yaa maap !!! Nah ini baru betul ! kalian semua dengarkan lagi ! Persyaratannya “Harus perawan thir-thir dan bersedia menunjukkan keahliannya. Informasi lebih lanjut hubungi no. telp ganol ganol gampat atau akses internet media website www dot gemah repah loh jinawi tata tentrem kertoraharjo tut wuri handayani jerbasuki mawa bea. Waspada……terhadap calo-calo yang berkeliaran. Tertanda Lidah Wetan 17 Agustus 2006.
yuliai: Ya, ini kesempatan yang baik buat saya untuk lebih menjunjung harkat dan martabat saya sebagai keturunan darah biru.
 ulan: “Tapi mami, saingannya kan banyak.”
yulia : Tenang, mamikan punya relasi dikerajaan pasti dia bantu kamu untuk jadi permaisuri.
ulan : Ya udah terserah mami, yang penting aku harus jadi permaisuri.
Sawi:pokok nya saya harus menjadi permai suri
     (setalah beberapa hari kemudian saymbara itu diadakan,pada saat itu tela beberapa peserta yang maju hingga akhir nya giliran  yang nomor ke 21 )
patih : Iya, yang daftar nomer 21 silakan maju......!
yuliai: Saya saudagar kaya dari negeri seberang datang mau daftar anak saya !
patih: Anda yang kemarin telp minta lewat jalan pintas itu kan ?
yuliai: Iya  betul
Patih : Kalau begitu langsung masuk istana.
yulia: selamat siang
patih : untuk jalan pintas harganya 3 milyard
Pipit kaadrsi : Ko’ mahal sekali.
patih: Sebentar saya bacakan rinciannya:
1. Pendaftaran : 500 juta
2. Biaya Konsumsi : 300 juta
3. Biaya riwa-riwi : 500 juta
4. Sisanya buat sogok sana sogok sini buat uang pelicin.
yulia : Baiklah untuk pembayaran anda ikut saya ke Bank caroline.
ulan : E ……..ternyata kalian-kalian juga mau ikut sayembara ini.
sawi : Kalo iya kenapa ?
ulan : Ternyata kalian belum sadar juga, kalian itu kan hanya anak seorang pembantu, miskin dan tidak berpendidikan, najis tau dan sudah pasti saja aku yang akan terpilih.
Sawi :biar saya miskin saya masih punya  harga diri.jangan seenak saja menghina orang(dengan wajah sangat marah )
Patih : Apa-apa ini kalian tidak tau ya kalo ini Istana.
sawi: Enggak kok, kitakan cuma acting iya kan.
Semua : Iya (bernyanyi malu dong)
Patih : Kalau begitu sekarang semua duduk yang manis, tangan ke atas, tangan kesamping, tangan dilipat duduk yang manis.
Patih : (raja, memasuki arena sayembara (musik). beri hormat.
Raja : Patih sayembara bisa dimulai sekarang.
Patih : Siap raja, betul.
Inilah dia peserta yang ke 21: ulan
Ulan:nama saya ulan saya Pernah mengikuti lomba ngedanca tingkat RT
                        2. Lomba tari tradisonal tingkat kelurahan sebagai juara berharap, untuk sayembara ini saya akan menampilkan tari patah-patah terima kasih.(akhir nya ulan pun menari)
Raja : Lo, kok begitu
ulan: Iya  raja, sekarang kan ada RUU APP, mau diresmikan. Jadi saya kan enggak mau ditangkap sebelum jadi permaisuri lagian tetangga saya kan Roma Irama jadi saya takut dituntut.
Patih : Betul.
Raja : Oh begitu, bisa-bisa.
Patih : Sekarang peserta selanjutnya
 Sawi: nama saya sawi saya Pernah mengikuti 20 kali lomba tari hula-hula 10 kali lombah lari karung dan 5 kali lomba gigit sendok,tapi tidak perna menang(sawi pun lansung nyanyi cari jodo)
Raja : Wah bikin telinga ku pecah.

Pati : bagaimana raja semua perserta sudah habis
Raja :wah...  Semuanya bagus,tapi  hampir membuat jantungku copo.,
Patih : jadi bagaimana raja???????? Raja pilih yang mana???.
ulan: Piihlah aku (nyanyi)
Raja : Tenang-tenang. Dari hasil pengamatan saya, semua hebat dan saya putuskan untuk memilih berkelana saja, karena ……dari semua pelamar membuat jantung saya bertambah pecah.
sawi: Terus, nasib kita ?
Raja : Patih, kamu yang urus semuanya.